Rabu, 13 November 2019


5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Ingin Membuka Bisnis Toko Kelontong
Toko kelontong adalah toko yang menjual berbagai barang kebutuhan sehari-hari dan dapat dengan mudah ditemui di berbagai lokasi. Biasanya toko kelontong ada di tempat yang strategis ataupun di tengah pemukiman penduduk. Sasaran toko kelontong bersifat lokal dan terbatas. Jadi produk yang dijual pada bisnis toko kelontong juga tidak banyak. Namun, jangan salah, toko ini memiliki peran besar dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Toko kelontong banyak disarankan oleh pebisnis bagi entrepreneur tahap awal karena tidak banyak memerlukan modal dan pengelolaanya pun mudah. Namun ada beberapa hal yang sebenarnya perlu untuk dihindari ketika mencoba membuka usaha toko kelontong.

Apalagi sekarang persaingan semakin ketat bukan hanya dengan sesame pemilik toko kelontong namun juga dengan toko yang beraliansi secara online dengan aplikasi tertentu yang tentu saja jauh lebih diminati.

5 Hal yang Perlu Dihindari Saat Membuka Toko Kelontong
Hindari hal berikut ini saat Anda ingin membuka toko kelontong.
  1. Tidak Melakukan riset pasar
Riset pasar berguna untuk mengetahui pola-pola konsumsi dari masyarakat di sekitar lokasi pendirian toko kelontong. Jika tidak melakukan riset pasar, bisa saja Anda menjual barang yang kurang dibutuhkan oleh konsumen. Selain itu, tanpa riset pasar Anda tidak mendapatkan informasi mengenai peluang dalam bersaing. Terdapatnya pasar besar misalnya tentu akan mengurangi pendapatan toko kelontong. 
  1. Menjual barang kualitas buruk
Mendapatkan kepercayaan pelanggan adalah hal yang berharga. Maka jika toko kelontong sudah mulai ramai, pertahankan jenis barang yang dijual sampai batas waktu tertentu. Jangan menjual barang dengan kualitas buruk. Pertahankan kualitas barang yang Anda jual sesuai dengan harganya. 
  1. Berfokus pada pesaing
Toko kelontong adalah jenis usaha yang mudah dan pasti ada diseluruh penjuru tempat. Maka tidak heran jika persaingan diantara pemiliknya tinggi. Hal yang tidak boleh Anda lakukan adalah berfokus pada pesaing. Jika Anda terus melihat pesaing, maka Anda akan menjadi tidak fokus dalam mengurus bisnis Anda sendiri. 
  1. Tidak ingin berkembang
Selain saingan sesama pemilik toko kelontong, usaha ini juga bersaing dengan berbagai macam pendatang baru dengan barang dagangan yang sama atau berbeda. Pendatang baru ini biasanya dilengkapi dengan teknologi canggih dan mampu menarik perhatian pasar.

 Jika hal ini terjadi, maka Anda tidak dapat menutup diri dengan hal tersebut. Justru Anda harus mampu untuk beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat. Sekarang sudah tersedia kemitraan toko kelontong untuk membantu usaha Anda menjadi modern dan dapat diakses  dengan mudah menggunakan smartphone. Tentu pendapatannya akan lebih mudah mengalami peningkatan. 
  1. Tidak memiliki kerja sama terkait barang modal
Supaya usaha toko kelontong Anda memiliki keuntungan yang besar, maka Anda harus memiliki kerjasama dengan penyedia barang. Dengan bekerja sama, arus penyediaan barang di toko tidak pernah terhambat dan berhak mendapatkan harga yang lebih murah. Sehingga pengeluaran usaha dapat ditekan.

Demikian beberapa list perilaku yang harus dihindari saat membuka usaha. Sudah saatnya toko kelontong juga mampu beradaptasi dengan ketatnya persaingan usaha berbasis online. Semoga informasi diatas bermanfaat ya.



0 komentar:

Posting Komentar