Sabtu, 16 November 2019

Penyakit Kulit Bayi dan Cara Pencegahannya


Penyakit Kulit Bayi dan Cara Pencegahannya

Bagi Anda para orang tua, kesehatan bayi pasti jadi hal penting yang harus diperhatikan. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh bayi yang masih sangat rentan terhadap berbagai ancaman penyakit. Lingkungan, pakaian dan makanan harus dijaga betul kebersihan dan kandungan nutrisinya agar bayi tetap sehat.

Kesehatan kulit bayi menjadi salah satu bagian yang perlu perhatian khusus. Kulit bayi yang sensitif mudah sekali mengalami iritasi. Dalam artikel ini akan dibahas 3 jenis penyakit kulit yang biasanya dialami oleh bayi. Penjelasan juga akan dilengkapi dengan langkah-langkah pencegahannya.
3 Jenis Penyakit Kulit yang Biasanya Dialami Bayi

1. Ruam Popok
Popok adalah jenis pakaian yang umumnya kerap dikenankan pada bayi. Namun, gesekan kulit dengan popok berpotensi memicu munculnya ruam. diaper cream bayi untuk kulit sensitif dapat digunakan untuk mencegah munculnya ruam pada kulit bayi. Diaper cream tersebut dapat dioleskan pada area kulit yang akan tertutup popok.

Ruam dan iritasi akan mengakibatkan kulit bayi melepuh dan lecet. Rasa gatal juga akan timbul akibat kondisi tersebut. Rasa gatal ini akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Jadi jangan pernah lupa cegah ruamdan iritasi dengan diaper cream.

2. Biang Keringat
Keringat yang berlebihan akan membuat kulit bayi menjadi terlalu lembap. Kulit yang terlalu lembap dapat memicu timbulnya biang keringat. Biasanya, biang keringat muncul di area lipatan kulit. Untuk mencegah munculnya biang keringat hindari penggunaan pakaian yang ketat. Pakaian yang ketat akan membuat bayi lebih berkeringat sehingga kulit jadi terlalu lembap.

3. Eksim
Eksim yang biasa dialami oleh orang dewasa ternyata juga bisa menyerang kuit bayi. Gejalanya berupa kulit bersisik, kulit memerah dan timbul gelembung berisi air atau nanah. Gangguan kulit ini kemudian akan disusul dengan muncunya rasa gatal yang luar biasa. Eksim biasanya menyerang kulit di area siku, lengan, wajah dan dada.

Pada umumnya, eksim sulit untuk dicegah. Hal ini dikarenakan eksim biasanya menyerang bayi yang memiliki riwayat alergi. Namun, eksim dapat sembuh seiring dengan meningkatnya sistem kekebalan tubuh bayi. Jika bayi Anda terkena eksim, sangat disarankan untuk segera membawanya ke ahli dermatologi agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.



Rabu, 13 November 2019


5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Ingin Membuka Bisnis Toko Kelontong
Toko kelontong adalah toko yang menjual berbagai barang kebutuhan sehari-hari dan dapat dengan mudah ditemui di berbagai lokasi. Biasanya toko kelontong ada di tempat yang strategis ataupun di tengah pemukiman penduduk. Sasaran toko kelontong bersifat lokal dan terbatas. Jadi produk yang dijual pada bisnis toko kelontong juga tidak banyak. Namun, jangan salah, toko ini memiliki peran besar dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Toko kelontong banyak disarankan oleh pebisnis bagi entrepreneur tahap awal karena tidak banyak memerlukan modal dan pengelolaanya pun mudah. Namun ada beberapa hal yang sebenarnya perlu untuk dihindari ketika mencoba membuka usaha toko kelontong.

Apalagi sekarang persaingan semakin ketat bukan hanya dengan sesame pemilik toko kelontong namun juga dengan toko yang beraliansi secara online dengan aplikasi tertentu yang tentu saja jauh lebih diminati.

5 Hal yang Perlu Dihindari Saat Membuka Toko Kelontong
Hindari hal berikut ini saat Anda ingin membuka toko kelontong.
  1. Tidak Melakukan riset pasar
Riset pasar berguna untuk mengetahui pola-pola konsumsi dari masyarakat di sekitar lokasi pendirian toko kelontong. Jika tidak melakukan riset pasar, bisa saja Anda menjual barang yang kurang dibutuhkan oleh konsumen. Selain itu, tanpa riset pasar Anda tidak mendapatkan informasi mengenai peluang dalam bersaing. Terdapatnya pasar besar misalnya tentu akan mengurangi pendapatan toko kelontong. 
  1. Menjual barang kualitas buruk
Mendapatkan kepercayaan pelanggan adalah hal yang berharga. Maka jika toko kelontong sudah mulai ramai, pertahankan jenis barang yang dijual sampai batas waktu tertentu. Jangan menjual barang dengan kualitas buruk. Pertahankan kualitas barang yang Anda jual sesuai dengan harganya. 
  1. Berfokus pada pesaing
Toko kelontong adalah jenis usaha yang mudah dan pasti ada diseluruh penjuru tempat. Maka tidak heran jika persaingan diantara pemiliknya tinggi. Hal yang tidak boleh Anda lakukan adalah berfokus pada pesaing. Jika Anda terus melihat pesaing, maka Anda akan menjadi tidak fokus dalam mengurus bisnis Anda sendiri. 
  1. Tidak ingin berkembang
Selain saingan sesama pemilik toko kelontong, usaha ini juga bersaing dengan berbagai macam pendatang baru dengan barang dagangan yang sama atau berbeda. Pendatang baru ini biasanya dilengkapi dengan teknologi canggih dan mampu menarik perhatian pasar.

 Jika hal ini terjadi, maka Anda tidak dapat menutup diri dengan hal tersebut. Justru Anda harus mampu untuk beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat. Sekarang sudah tersedia kemitraan toko kelontong untuk membantu usaha Anda menjadi modern dan dapat diakses  dengan mudah menggunakan smartphone. Tentu pendapatannya akan lebih mudah mengalami peningkatan. 
  1. Tidak memiliki kerja sama terkait barang modal
Supaya usaha toko kelontong Anda memiliki keuntungan yang besar, maka Anda harus memiliki kerjasama dengan penyedia barang. Dengan bekerja sama, arus penyediaan barang di toko tidak pernah terhambat dan berhak mendapatkan harga yang lebih murah. Sehingga pengeluaran usaha dapat ditekan.

Demikian beberapa list perilaku yang harus dihindari saat membuka usaha. Sudah saatnya toko kelontong juga mampu beradaptasi dengan ketatnya persaingan usaha berbasis online. Semoga informasi diatas bermanfaat ya.